Perancangan Film Dokumenter Hidup Untuk Rumah, Bukan Rumah UntukHidup Analisis Kerangka Naratif Dokumenter Sosial-Politik
DOI:
https://doi.org/10.56849/jpf.v5i1.125Keywords:
Krisis Perumahan, Gentrifikasi, Spekulasi Properti, Film Dokumenter, Ekspositori, PartisipatoriAbstract
Krisis perumahan adalah salah satu penghambat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di daerah urban di Indonesia. Lebih terfokusnya di daerah Jabodetabek dimana rumah menjadi instrumen investasi warga kelas atas
yang menyebabkan kota pasokannya terbatas bagi warga kelas menengah. Namun perpindahan ke daerah sub-urban / kota penyangga pun semakin mahal karena fenomena gentrifikasi. Penciptaan film dokumenter yang berdasarkan Practice-based research ini dilakukan untuk mencari tahu bagaimana fenomena ini terjadi dan apa saja cara untuk menanggulanginya. Melalui pengalaman langsung pencipta sebagai warga kota, kontraktor bangunan, dan filmmaker, penciptaan karya ini akan mengkaji fenomena gentrifikasi, ketimpangan ruang, serta tekanan struktural yang mendorong masyarakat kelas menengah dan bawah semakin tersingkir dari akses tempat tinggal layak. Artikel ini menyajikan rancangan dan analisis kerangka naratif film documenter yang mengangkat isu sosial-politik


