RITUAL SEBAGAI RUANG PENGETAHUAN: TUBUH, TANAH, dan SUARA DALAM PENDEKATAN DOKUMENTERPARTISIPATORIS TARAWANGSA TRIPTYCH
DOI:
https://doi.org/10.56849/jpf.v5i1.122Keywords:
Ritual Tarawangsa, pengetahuan terwujud, partisipatif, sensitivitas budayaAbstract
Kegiatan ritual dan praktik budaya sering kali dipandang sebagai aspek visual dalam film dokumenter, sedangkan aspek pengetahuannya sering kali diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ritual Tarawangsa sebagai sumber pengetahuan dalam pembuatan film, dengan pendekatan dokumenter yang bersifat partisipatif. Metodologi yang digunakan mencakup observasi partisipatif, interaksi langsung dengan komunitas, dan refleksi etis selama proses produksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa ritual dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pengetahuan dan spiritualitas yang dalam. Namun, film sering kali gagal untuk merepresentasikan kompleksitas ini, yang dapat menguatkan stereotip yang ada. Keterlibatan aktif dari peserta ritual memberikan nilai tambah dalam pemahaman dan penghargaan terhadap praktik budaya yang ada. Temuan ini menekankan pentingnya memperhatikan sensitivitas budaya serta menerapkan pendekatan dialogis dalam pembuatan film.


